Kasatkornas Banser: Pembatalan Itu Murni Keputusan FIFA
Jangan Adu Domba Penentang dan Pendukung Timnas Israel
Redaksi - Minggu, 09 April 2023 19:32 WIB
Poto: Istimewa
Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) Hasan Basri Sagala
sudutbiru.com -Polemik gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 masih saja terus berlanjut. Polemik yang terjadi pun dinilai wajar.
Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) Hasan Basri Sagala menilai pernyataan mantan Presiden Jusuf Kalla yang cenderung memanaskan situasi. Pembatalan tersebut menjadi kewenangan penuh FIFA.
"Pembatalan itu murni keputusan FIFA, jadi bukan Presiden RI atau PSSI karena mendapatkan tekanan," ujar Hasan Basri di Jakarta, Minggu 9 April 2023.
"Polemik kehadiran Timnas Israel pada Piala Dunia U20 itu hal yang wajar dalam praktik demokrasi dan patut dihormati," sambungnya.
Gelombang penolakan cukup besar datang dari berbagai kalangan dan kelompok. Bahkan tokoh organisasi kemasyarakatan dan keagamaan banyak yang menentang kedatangan Timnas Israel. Suara penolakan juga cukup lantang datang dari berbagai partai politik. Sikap tokoh ormas, partai politik, atau kelompok tersebut harus dihormati karena dijamin oleh konstitusi.
Demikian juga pihak yang mendukung Timnas Israel berlaga di Indonesia, tentu memiliki alasan rasional dengan pertimbangan politik, ekonomi, budaya, dan banyak hal lainnya. Dalam konteks demokrasi, perbedaan justru menjadi aspek positif dan konstruktif untuk kemudian dicarikan titik temunya melalui jalur dialog.
"Jadi jelas sekali tidak ada yang menekan Presiden, tokoh, atau kelompok untuk menyampaikan hak dan pendapatnya. Apakah menurut Pak JK semua kelompok itu tidak berhak bersuara? Pak JK terkesan mengadu domba pihak pihak yang tidak setuju kehadiran Timnas Israel dengan pemerintah atau kelompok pendukung," ujar Hasan.
Polemik pembatalan tuan rumah Piala Dunia U-20, kata Hasan, semua pihak semestinya mengedepankan sikap kenegerawanan. Sikap ini menjunjung tinggi perbedaan pendapat atau pandangan sebagai bentuk dari ikhtiar mengokohkan persatuan bangsa.
"Mereka yang menolak kehadiran Timnas Israel juga memiliki dasar kuat yakni berdasarkan fakta historis, Konstitusi UUD45, Permenlu No. 2 tahun 2019, alasan kemanusiaan terhadap kekerasan tentara Israel, dan keadilan perlakuan oleh FIFA. Para pendukung Timnas Israel pun juga memiliki dalih yang tak kalah kuatnya. Semuanya legitimate sebagai alasan menolak atau mendukung," tegasnya.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar