Anies Khianati AHY, Tak Sanggup Tolak Keinginan SP

Pilih Cak Imin Jadi Cawapres
Redaksi - Kamis, 31 Agustus 2023 22:39 WIB
Anies Khianati AHY, Tak Sanggup Tolak Keinginan SP
Poto: Istimewa
Anies dan AHY
sudutbiru.com -Capres Anies Baswedan akhirnya dipasangkan dengan Ketum PKB Cak Imin sebagai cawapresnya. Surya Paloh (SP) yang punya kerja memutuskan sepihak tanpa sepengetahuan PKS dan Demokrat.

Sepertinya telah terjadi penghianatan di Koalisi Perubahan untuk Perbaikan (KPP) dengan keputusan Anies batal berpasangan dengan AHY.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya melalui siaran pers dengan gamblang membeberkan keputusan SP secara sepihak memutusakan Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menjadi cawapres Anies Baswedan.

Kepetusan sepihak SP tersebut tanpa diketahui tim 8 KPP yang terbentuk sejak 14 Februari 2023.

"Informasi dari Sudirman Said, mewakili Capres Anies Baswedan, bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai Nasdem dan PKB, untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh," kata Teuku Riefky, Kamis 31 Asgustus 2023.

Teuku Riefky pun membeberkan kronologis perjalanan KPP terbentuk hingga keputusan sepihak SP yang dinilai menghianati PKS dan Partai Demokrat.

Koalisi Perubahan untuk Persatuan diresmikan 14 Februari 2023 denganpenandatanganan piagam koalisi oleh ketiga ketua umum partai, yang berisi 6 butir kesepakatan, yaitu 1. Namanya Koalisi Perubahan untuk Persatuan, 2. Sepakat mengusung Anies Baswedan sebagai Capres.

Kemudian, 3. Capres diberikan mandat untuk menentukan Cawapresnya dengan kriteria yang telah ditentukan, 4. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, pasangan Capres-Cawapres dideklarasikan, 5. Capres diberi keleluasaan untuk memperluas dukungan politik.

Dan ke 6. Untuk menyelenggarakan keputusan KPP, dibentuk sekretariat. Piagam koalisi itu dilandasi oleh asas keadilan dan kesetaraan.

Namun demikian, sesuatu yang tidak terduga dan sulit dipercaya terjadi. Di tengah proses finalisasi kerja Parpol koalisi bersama Capres Anies dan persiapan deklarasi, tiba tibaterjadi perubahan fundamental dan mengejutkan.

"Pada Selasa malam, 29 Agustus 2023, di Nasdem Tower, secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tiba tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres Anies, tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS," kata Teuku Riefky.

Malam itu juga, lanjut Teuku Riefky, Capres Anies dipanggil oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan itu.

"Sehari kemudian, 30 Agustus 2023, Capres Anies dalam urusan yang sangat penting ini, tidak menyampaikan secara langsung kepada pimpinan tertinggi PKS dan Partai Demokrat, melainkan terlebih dahulu mengutus Sudirman Said untuk menyampaikannya," kata Teuku Riefky.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru