Kondisi Pelabuhan Kuala Tanjung Sepi
Proyek Gagal Total
Redaksi - Jumat, 14 April 2023 01:11 WIB
Poto: Istimewa
Tim Ombudsman RI Perwakilan Sumut bersama Bea Cukai Pelabuhan Kuala Tanjung.
sudutbiru.com -Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar prihatin dengan kondisi Pelabuhan Kuala Tanjung, Sei Suka, Kabupaten Batubara. Pasalnya, penyelenggaraan layanan pelabuhan masih sangat sepi di sana.
"Padahal, pelabuhan tersebut dibangun dengan biaya yang sangat besar. Tapi faktanya, layanan di pelabuhan tersebut sepi. Sepertinya, sia sia besarnya investasi yang kerahkan untuk pembangunan pelabuhan itu," uangkap Abyadi Siregar, Rabu 12 April 2023.
Abyadi mengatakan kondisi itu setelah meninjau langsung Pelabuhan Kuala Tanjung pada Selasa 11 April 2023, bersama tim Ombudsman RI Perwakilan Sumut, James Panggabean, dan Wulandari Ayu Andira.
Abyadi dan tim didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Kuala Tanjung, Horas Mardapot Baja Sinaga, saat itu langsung menuju dermaga pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT).
Posisi dermaga KTMT ini menghadap langaung ke Selat Malaka, yang merupakan jalur pelayaran utama yang dikenal sebagai jalur lalu lintas pelayaran tersibuk di dunia.
Dermaga KTMT sendiri, diketahui milik PT. Prima Multi Terminal (PMT), sebuah perusahaan operator terminal yang diketahui sebagai anak usaha patungan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT. Pembangunan Perumahan (PP), dan PT. Waskita Karya (persero).
Sayangnya, dermaga KTMT tersebut tampak sangat sepi. Tidak terlihat ada aktivitas bongkar muat. Tiga unit crane, terlihat hanya menganggur. Bahkan, crane yang merupakan alat canggih untuk bongkar muat itu, masih terlihat baru yang menunjukan jarang digunakan.
Sepanjang bibir dermaga yang sangat panjang menjulur ke tengah laut itu, terlihat hanya beberapa unit kapal yang sandar. Namun, tidak terlihat ada aktivitas bongkar muat peti kemas dari kapan tersebut. Di kawasan dermaga, juga tidak terlihat ada tumpukan peti kemas.
Menurut Abyadi, berdasarkan keterangan dari pihak BC Kuala Tanjung, jumlah kapal yang sandar dan bongkar muat di KTMT tersebut memang masih sangat sedikit. Kapal pengangkut container hanya satu kali dalam satu minggu. Itu pun lokal. Belum ada kapal dari luar negeri.
Abyadi menilai, aktivitas pelabuhan terlihat sepi menggambarkan proyek raksasa berbiaya sangat besar itu menjadi gagal atau sia sia.
"Kalau capaiannya hanya sepi seperti ini, itu artinya menurut saya gagal. Target untuk menjadikan pelabuhan itu sebagai pelabuhan internasional berkelas dunia, saya kira tidak tercapai. Percuma uang besar digelontorkan untuk membangun pelabuhan itu, ternyata tidak memberi dampak ekonomis yang tinggi bagi negara, khususnya bagi Sumut," bebernya.
Abyadi pun menilai pemerintah khususnya PT. Pelindo, sebagai pemilik PT. PMT selaku pengelola KTMT perlu memberi penjelasan ataa kondisi tesebut. Apakah ini akibat manajemen perusahaan yang kurang baik? Atau justru akibat infrastruktur atau sarana prasarana pendukung yang belum memadai?
Abyadi mengaku mendengar sendiri bahwa masih terdapat beberapa sarana pendukung yang belum ada untuk pelabuhan berkelas dunia. Seperti belum adanya pergudangan logistik, infrastruktur jalan menuju pelabuhan yang masih belum mendukung sebagai sebuah pelabuhan internasional.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar